Running News

<<< The Big Picture *** 50 Fakta Menarik Soal Darah *** Daftar Kabupaten & Kota di Indonesia *** Teknik Cara Memotret Asap *** Putra Bungsu Ustadz Abu Bakar Baasyir Khotib & Sholat Idul Adha di Bima *** Antique Military "Foto" Motorcycles *** Archive Classic & Vintage Motorcycles *** Bocah Kaya Mendadak Karena Muntah Paus Mengkaji Ulang gambar-gambar yang dianggap Bukti Kebesaran Allah *** Geger Menteri ESDM berpaspor Ganda *** Heboh Seorang Pria Jual Kuntilanak Secara Online *** Amazing Lukisan Hyper Realistis *** Belajar Fotografi *** The Colorful Language of Chameleons *** Jelajahi FLICKR *** Volcanic "Amazing Photos" Activity 2015 *** Museum Ini Punya Al-Qur'an terkeci & terbesar di Indonesia *** Asuransi Kesehatan AXA *** Ini Video Pertama Kali Diambil Dalam Ka'bah *** 50 Fakta Bayi Baru Lahir *** Indahnya Goresan Tangan Tuhan di Danau Toba *** Merawat Batu Akik Agar Tetap Mengkilap *** Profil & Biografi Sultan Sulaiman Al Qanuni *** 10 Situs Ini Bisa Bikin Anda Lebih Pintar *** Terbukti Ganja Mengecilkan Tumor Otak *** 20 Hewan Dengan Warna Tak Lazim *** Keren Gans Motor-Motor Masa Depan Yang Unik *** Seni "Amazing" Menyusun Batu *** Indonesia Awesome Landscape *** 10 Batu Permata Termahal *** Beberapa Manfaat Bir Tanpa Meminumnya *** Kumpulan Kisah Nyata & Inspiratif *** 23 Pesepak Bola Kamerun Memeluk Islam Secara Bersamaan *** Motor & Mobil Jenazah Terunik di Dunia *** Mengenal Islam Lewat Bahtsul Masail *** Meski Telah dimakamkan Puluhan Tahun, Jenazah ini Tetap Utuh *** Kumpulan Mobil Keren Dunia *** 6 Penyakit Ini Bisa Diobati dengan Menggunakan Ganja *** Isap Ganja Bisa Turunkan Risiko Diabetes? *** Peneliti Australia Terkesan dengan Pesantren Waria *** Amazing, Lukisan Ini Bisa Bergerak *** Macro Photos, Kereznnn Gans *** Sinabung dalam Bidikan Lensa *** Setiap Hari Mualaf Bersyahadat di Islamic Center Wina *** Dahsyatnya [Full Pic ] Topan Haiyan Bag I *** Dahsyatnya [Full Pic ] Topan Haiyan Bag II *** 5 Hewan dengan Hidung Aneh *** Photos Binatang terjelek di Dunia *** Mempertahankan Masjid Sunan Kudus *** Animal "NatGeo" Images *** 130 Tahun, Foto Dahsyatnya Letusan Gunung Krakatau *** Beberapa Hal Tentang Islam yang Sering Salah dimengerti *** Dogma Trinitas Tak Masuk Akal, Kathryn Akhirnya Memilih Islam *** Di 4 Daerah Ini Semua Anggota DPRD-nya Tersangka Korupsi *** >>>

Rabu, 01 Mei 2013

Mantan Gubernur DKI: Henk Ngantung

Tenggelam Karena Komunis

"Padahal bergabungnya Henk Ke Lekra semata-mata karena kecintaannya terhadap seni"

Henk Ngantung
Henk Ngantung. Belum banyak yang tahu pria, kelahiran Bogor, 1 Maret 1927, itu telah mengukir jejak sejarah Jakarta. Patung Selamat Datang di Jalan M.H. Thamrin, Patung Pembebasan Irian Barat di Lapangan Banteng, Taman Margasatwa Ragunan, dan air mancur di depan Bank Indonesia menjadi torehan prestasinya.

Henk, yang terlahir dengan nama Hendrik Joel Hermanus Ngantung, merupakan Gubernur DKI yang namanya nyaris lenyap. Nama Henk tenggelam lantaran dituduh terlibat dengan komunisme. Hetty Evelyn Mamesah, janda mendiang Henk Ngantung, mengatakan suaminya itu dikaitkan dengan komunisme karena menjadi anggota Lekra (Lembaga Kebudayaan Rakyat). ”Padahal bergabungnya Henk ke Lekra semata-mata karena kecintaannya terhadap seni”, kata Eve, sapaan akrab Hetty Evelyn Mamesah, akhir April lalu. 

Eve mengatakan, selain dengan Lekra, Henk bergabung dalam kelompok Gelanggang pimpinan Chairil Anwar dan Masyarakat Seniman Jakarta Raya. "Dari Lekra itulah Pak Henk dituduh sebagai PKI (Partai Komunis Indonesia), komunis. Padahal tidak. Dia bukan anggota Lekra", katanya.

Henk, kata Eve, sejak kecil mencintai seni. Ketika orang tuanya meminta Henk meneruskan sekolah, Henk malah memilih jadi tukang gambar. “Saat usianya baru 15 tahun, ia sudah menggelar pameran lukisan. Ini atas dorongan E. Katoppo, guru sekaligus kepala sekolahnya. Hasil pameran dan menjual lukisan dari rumah ke rumah dipakai sebagai biaya merantau ke Bandung, kemudian ke Jakarta,” kata Eve. 

Kecintaan pada seni mempertemukan Henk dan Sukarno, yang saat itu menjadi Presiden Republik Indonesia. Merasa ada kecocokan minat dan selera, Bung Karno menunjuk Henk sebagai Wakil Gubernur DKI mendampingi Soemarno, yang menjabat GubernurDKI periode 29 Januari 1960 hingga 26 Agustus 1964. 

Eve bertutur, saat Soemarno dilantik menjadi Menteri Dalam Negeri, Bung Karno lantas menunjuk Henk sebagai Gubernur DKI pada 27 Agustus 1964. Hubungan keduanya pun cukup akrab. Di mana ada Bung Karno, disitu pasti ada Henk Ngantung. "Setiap ada acara, Pak Henk pasti ada di dekat Bung Karno. Dia jugalah yang beberapa kali membuat naskah pidato," ujarnya. 

Jasa yang diberikan Henk kepada Jakarta tak bisa dianggap sebelah mata. Selain beberapa patung dan penanda di Ibu Kota tersebut, logo DKI Jakarta dan logo Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat merupakan karyanya. 

Pada 15 Juli 1965 di Wina, Austria, Henk mendapat telepon dari Sekretariat Negara mewakili Bung Karno. Telepon tersebut memberi kabar bahwa Henk diberhentikan secara hormat dari posisi Gubernur DKI Jakarta. Setelah diberhentikan, kehidupan keluarga Henk diliputi ketakutan serta ancaman. Selama 15 tahun ia tak menerima uang pensiun. Henk hidup bergantung pada menjual lukisan. FIRDA PURI AGUSTINE.

Berita Terkait
Sumber: Harian Detik Pagi. Kamis, 2 Mei 2013, Hal. 7 

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar